Dewi Hughes

dewi-huges

Masa kecil

Saat Hughes berusia 15 tahun, ayahnya meninggal. Keluarganya menjadi jatuh miskin, Hughes akhirnya memilih meneruskan sekolah di SPG, kemudian meneruskan ke FKIP Atmajaya. Usahanya untuk menyelesaikan pendidikan mempertemukannya dengan Kak Seto. Saat itu Hughes sering menjadi penjaga pameran buku untuk mendapatkan uang tambahan. Di pameran itulah dia bertemu Kak Seto. Berkat Kak Seto, anak kelima dari enam bersaudara ini membuat “Hughes Party House”. Kak Seto juga mendorong serta menyemangati Hughes untuk menjadi presenter di TV.

Karier hiburan

Putri dari Dewa Made Sumarta (alm) dan Putu Hermawati ini telah banyak memandu acara, di antaranya “Mimpi Kali yee”, “Angin Malam”, “Hati ke Hati”, dan “Jalinan Kasih”. Selain kesibukannya sebagai presenter, Hughes juga sibuk menggeluti dunia pendidikan anak-anak dan mendirikan Dewi Hughes Foundation Internasional (DHFI) dan juga memiliki I-Hughes Scholling, yaitu sebuah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan alternatif di luar sekolah. Hughes juga menyalurkan bakat mengajarnya di Sekolah Hughes Presenter Cilik dan Hughes Discovery Club. Hughes pun menulis buku “Kamu Juga Bisa Jadi Presenter Cilik”. Hughes yang menyukai dunia anak-anak turut pula mendukung film bertema anak-anak, Petualangan Sherina.

Karier non hiburan

Selain sibuk di aktivitas sosial, Hughes juga mempunyai usaha yang unik, dia memiliki usaha butik yang menyediakan busana untuk wanita berbadan besar. Bahkan Hughes menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) bagi pendiri butik khusus Extra Large pertama di Indonesia. Hughes juga menjadi dosen di STIKOM Interstudi. Dan membantu Yayasan Guardian Holy Angel

Kehidupan sosial

Hughes sangat aktif dalam kampanye memerangi trafficking (perdagangan manusia). Karena itulah Hughes ditunjuk menjadi juru bicara Kampanye Nasional Penghapusan Perdagangan Manusia atau Human Trafficking Indonesia. Bahkan dirinya sempat berangkat ke Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu tentang perdagangan manusia. Sebagai penghargaan atas upayanya memerangi “perbudakan modern”, Hughes mendapatkan penghargaan dari pemerintah Amerika Serikat yang diserahkan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, B. Lynn Pascoe.

Kehidupan pribadi

Hughes pernah menikah dengan Achmad Hestiafin Tachtiar Arifin mantan karyawan PT Freeport Indonesia, Papua. Namun pernikahan mereka tidak bertahan lama dan keduanya resmi bercerai 9 Mei 2005. Bulan Mei 2006, Hughes menikah lagi dengan aktivis, Roy Immanuel.

 

Sumber Artikel: https://id.wikipedia.org/wiki/Dewi_Hughes

Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.